Jumat, 17 Juli 2026

Breaking News

  • POLICE GO TO SCHOOL, DITLANTAS POLDA RIAU TANAMKAN BUDAYA TERTIB BERLALU LINTAS DAN GREEN POLICING KEPADA PELAJAR   ●   
  • Perkuat Peran Perempuan, Srikandi GRIB Jaya Pekanbaru Gelar Konsolidasi dan Aksi Sosial Dihadiri DPD dan DPC GRIB Jaya   ●   
  • DLHK Provinsi Riau Perkuat Kesiapsiagaan Masyarakat Hadapi Karhutla Melalui Sosialisasi dan Simulasi di Desa Aliantan   ●   
  • Gugatan F. Zega Ditolak Pengadilan, PKMNR Tegaskan Legalitas Organisasi dan Siapkan Langkah Hukum atas Dugaan Fitnah   ●   
  • Ratusan Calon Siswa SMA/SMK Terancam Kehilangan Hak Pendidikan, GRIB Jaya DPC Kota Pekanbaru Desak Plt Gubernur Riau Gunakan Diskresi   ●   
Di Hadapan Puluhan Media, Kakanwil Maizar Bongkar Dugaan Oknum Wartawan Peras Lapas Pekanbaru 
Minggu 22 Maret 2026, 15:30 WIB

PEKANBARU–Suarahebat.com-Dugaan praktik pemerasan yang melibatkan oknum mengaku wartawan terhadap pihak Lapas Kelas IIA Pekanbaru akhirnya terungkap ke publik,hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal 

Pemasyarakatan (Ditjenpas) Riau, Maizar, dalam konferensi pers yang digelar pada Minggu, 22 Maret 2026, di kediaman Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, di Jalan Pengayoman, Kelurahan Tangkerang Utara, Kecamatan Bukit Raya.

Konferensi pers tersebut dihadiri puluhan awak media yang menyimak langsung penjelasan kronologi lengkap yang disampaikan pihak Kanwil Ditjenpas Riau.

Dalam keterangannya, Maizar menegaskan bahwa pemberitaan yang menyebut adanya pengendalian narkoba dari dalam Lapas Pekanbaru tidak sepenuhnya benar dan perlu diluruskan.

“Kami tidak tinggal diam. Semua informasi yang beredar kami telusuri, dan kami pastikan bahwa Lapas Pekanbaru berkomitmen penuh memberantas narkoba serta penggunaan alat komunikasi ilegal,” tegas Maizar.

Bermula dari Oknum Mengaku Wartawan

Kasus ini bermula pada 4 Maret 2026, ketika dua orang yang mengaku sebagai wartawan mendatangi Lapas Pekanbaru untuk menemui warga binaan berinisial AW.

Namun, keduanya tidak dapat menunjukkan identitas yang jelas serta tidak mengikuti prosedur resmi yang berlaku. Pihak lapas kemudian mengarahkan agar proses wawancara dilakukan sesuai mekanisme.

Tak lama berselang, sejumlah media online mulai memuat pemberitaan yang menuding adanya pengendalian narkoba dari dalam lapas.

Diduga Jadikan Berita Sebagai Alat Tekanan

Menanggapi pemberitaan tersebut, tim humas Lapas berupaya melakukan klarifikasi. Namun dalam prosesnya, muncul dugaan praktik tidak etis.

Dalam pertemuan dengan salah satu oknum, pembahasan tidak lagi sekadar klarifikasi, melainkan mengarah pada permintaan uang dengan dalih membantu menurunkan atau take down konten pemberitaan.

“Nominal yang diminta tidak sedikit, bahkan mencapai puluhan juta rupiah. Pada tahap tertentu disebutkan angka Rp15 juta,” ungkap Maizar di hadapan media.

Berujung Laporan Polisi

Merasa dirugikan dan ditekan, pihak Lapas Pekanbaru akhirnya mengambil langkah tegas dengan melaporkan dugaan pemerasan tersebut ke Polsek Bukit Raya.

Hasilnya, pada 19 Maret 2026, oknum yang diduga terlibat berhasil diamankan pihak kepolisian. Dari tangan yang bersangkutan, diamankan barang bukti berupa uang tunai dan telepon genggam.

Komitmen Tegas: Tidak Ada Toleransi

Dalam kesempatan itu, Maizar kembali menegaskan komitmen pihaknya untuk menjaga integritas lapas dan memberantas segala bentuk pelanggaran, baik dari dalam maupun luar.

Ia juga menegaskan bahwa pihaknya terbuka terhadap kritik dan kerja sama dengan media, namun menolak segala bentuk tekanan yang melanggar hukum.

“Kami terbuka terhadap rekan-rekan media, tapi kami tidak akan mentolerir praktik-praktik yang mencederai profesi dan melanggar hukum,” tegasnya.

Pesan untuk Publik
Kasus ini menjadi pengingat bahwa informasi yang beredar di ruang publik perlu disikapi secara bijak dan tidak serta-merta dipercaya tanpa klarifikasi.

Pihak Kanwil Ditjenpas Riau memastikan akan terus meningkatkan pengawasan serta memperkuat sinergi dengan aparat penegak hukum demi menciptakan sistem pemasyarakatan yang bersih dan berintegritas.

Red/team




Untuk saran dan pemberian informasi kepada redaksi suarahebat.com, silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda


Berita Pilihan
Ratusan Calon Siswa SMA/SMK Terancam Kehilangan Hak Pendidikan, GRIB Jaya DPC Kota Pekanbaru Desak Plt Gubernur Riau Gunakan Diskresi

Raja Jaya Dinata Sianturi, S.E. Konsisten Perjuangkan Aspirasi Masyarakat Tapung, Dorong Percepatan Perbaikan Jalan Rusak

Sidak Berulang, Kepastian Tak Kunjung Datang: Publik Pertanyakan Ketegasan Pemko dan DPRD Pekanbaru terhadap THM Bermasalah

Opini: Pemberantasan Korupsi Tak Bisa Ditawar Demi Keberhasilan Program Prioritas Nasional

MS Law Firm Gugat Mantan Pimpinan KORPRI Departemen Kesehatan Provinsi Riau, Tuntut Pertanggungjawaban atas Nasib 2 Mantan Bawahan

Empat Hari Gangguan, Pelanggan Murka: Telkomsel dan IndiHome Diminta Bertanggung Jawab, Jangan Diam!

Aksi Besar Kembali Terjadi di Pekanbaru, Massa Desak Pemprov Riau Benahi Kisruh SPMB 2026

Diduga Hindari Konfirmasi Soal Gatotnya Program Ketahanan Pangan BUMDes Tameran Yang Telan Rp 219 Juta, Kades Blokir WhatsApp Awak Media

Batas Waktu 60 Hari, BASMI Riau Desak Bupati Meranti Tindaklanjuti Temuan BPK Senilai Rp 6,5 Miliar

Banyak Calon Siswa Belum Dapat Sekolah Negeri, GRIB Jaya Minta Plt Gubernur Riau Tambah Kuota SPMB

Copyright © 2026 Suarahebat.com - All Rights Reserved
Scroll to top